Review Treatment

Review Treatment Facial Hydrapeel Dermabrassion di MD Clinic

Melanjutkan cerita pengalaman saya nyobain treatment di MD Clinic untuk pertama kalinya, di postingan ini saya akan share khusus tentang treatment Hydrapeel Dermabrassion yang saya lakukan baru-baru ini. Saya ambil treatment Hydrapeel ini atas saran dokter pada saat konsultasi, karena concern saya memang adalah kulit yang kusam pasca liburan ke pantai dan lumayan banyak pori-pori tersumbat. 

Nah, Hydrapeel atau yang juga dikenal dengan sebutan Hydrafacial adalah treatment yang menggunakan teknologi gabungan antara facial dan mikrodermabrasi. Berbeda dengan facial pada umumnya, Hydrapeel ini nggak menimbulkan rasa sakit dan iritasi karena hanya menggunakan teknologi vakum. Selain itu dilakukan juga proses memasukkan serum antioksidan agar kulit lebih lembab dan kenyal. 

Setelah terlebih dulu diawali dengan pre-treatment (wajah dibersihkan dengan milk cleanser, face wash dan dipijat ringan), proses Hydrapeel dimulai dengan penggunaan mesin vakum untuk membersihkan pori-pori dari sisa sel kulit mati dan komedo. Sistemnya mirip dengan penggunaan alat vakum atau penyedot komedo yang sempat hits beberapa waktu kebelakang. Tapi mesin yang dipakai MD Clinic udah pasti jauh lebih canggih dan sophisticated.

source : mdglowing.com

Nah karena mungkin prosedur Hydrapeel facial ini nggak terlalu rumit, pengerjaannya dilakukan oleh beautician, bukan oleh dokter. Tapi menurut saya sih beautician-nya pun sangat profesional dan teliti banget pada saat melakukan tindakan. Cara kerja Hydrafacial ini menggunakan alat vakum yang dikonsentrasikan ke seluruh area wajah satu persatu.

Biasanya untuk area yang paling rentan banyak komedo dan sel kulit mati akan dikerjakan berulang supaya sel kulit mati dan komedo benar-benar terangkat semua. Kalau di saya area yang difokuskan lebih ke sekitar hidung dan dagu yang memang banyak terdapat whitehead dan blackhead yang perlu dibersihkan.

Penggunaan alat vakum Hydra ini kalau menurut saya sih nggak terasa sakit sama sekali. Cuma kerasa agak ditarik aja gitu wajahnya. Justru lebih sakit pakai alat comedone extractor yang biasanya saya gunakan minimal seminggu sekali hehe jadi udah kebal ceritanya nih.

Nah setelah selesai tindakan nanti biasanya mbak beautician bakalan nunjukin hasil sel kulit mati dan komedo yang berhasil diangkat selama proses Hydrapeel. Tapi saya kaget banget sih ternyata yang ditunjukin sedikit banget, beneran kayak nggak dapet apa-apa padahal proses pengerjaannya lama banget mungkin ada sekitar 30 menit lebih. Setelah itu memang kerasa wajah lebih bersih sih, tapi saya tadinya expect sel kulit mati yang terangkat bakalan jauh lebih heboh.


source : mdglowing.com

Setelah proses Hydrafacial, sayapun melanjutkan treatment di MD Clinic dengan Laser Black Doll untuk mencerahkan dan meremajakan wajah. Tapi reviewnya akan saya ceritakan di postingan berbeda ya supaya nggak terlalu panjang. 

By the way setelah pulang facial, malam harinya saya langsung cek kondisi wajah saya dan ternyata memang masih ada sisa komedo di wajah yang kebanyakan berupa blackhead. Terus di wajah sayapun memang ada 2-3 clogged pores yang ganggu banget dan ternyata nggak berubah setelah treatment Hydrapeel di MD Clinic. Tapi kalau tekstur wajah secara keseluruhan emang jadi terlihat halus dan cerah tanda sel kulit matinya sudah terangkat. 

All in all saya tetap merekomendasikan treatment Hydrapeel ini untuk kamu yang pengen coba peeling dan membersihkan sel kulit mati di wajah tanpa rasa sakit, tapi tentunya dengan budget yang lebih mahal dibanding menggunakan tools sendiri di rumah.

Experience saya selama treatment di MD Clinic pun sangat baik terutama beautician yang bener-bener profesional dan ramah. Untuk biaya Hydrapeel Facial Dermabrassion di MD Glowing Clinic kalau nggak salah Rp 380.000 tapi kemarin saya ambil paket dengan treatment Laser Blackdoll jadi agak lebih hemat hehe. Semoga artikelnya membantu ya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *