Saya dan Dermatitis Atopik

Here’s the deal, I am ‘gifted’ this Atopic Dermatitis when I’m 23 years old when everyone else normally have it back when they’re a toddler. Iya, kata artikel-artikel yang saya baca, Dermatitis Atopik atau AD itu biasanya muncul pas kita masih kecil, dan bisa berlanjut sampai remaja atau bahkan sampai dewasa. Tapi saya sendiri baru mengalami beberapa bulan lalu dan menurut dokter ternyata saya ini emang punya bakat untuk Dermatitis Atopik berkelanjutan alias kambuhan di masa depan. Agak telat ya, plus ngerepotin juga ternyata.

Secara singkat, Dermatitis Atopik ini termasuk penyakit eksim alias kelainan kulit yang biasanya ditandai adanya peradangan, bengkak, kulit yang merah-merah, dan rasa gatal. Salah satu jenis eksim yang terkenal selain Dermatitis Atopik itu Dermatitis Kontak. Nah, Dermatitis Kontak ini bisa terjadi kalau kulit kita mengalami kontak atau terkena suatu benda yang ternyata menjadi iritan untuk kulit kita, contohnya bulu binatang, deterjen, atau air yang kurang bersih, dan berbagai alergen lainnya.

Berbeda dengan Dermatitis Kontak, Dermatitis Atopik ini jauh lebih ribet dan bisa dibilang penyebabnya nggak bisa diketahui dengan jelas, karena selain bisa terjadi akibat kontak langsung, tapi Dermatitis Atopik ini bisa juga didukung oleh faktor lainnya seperti makanan yang bikin alergi, cuaca terlalu panas atau terlalu dingin, kulit yang terlalu kering, bahkan stres juga dicurigai jadi penyebab utama AD. Ehm, kayak saya ini contohnya.

Menurut dokter SpKK yang saya kunjungi, Dermatitis Atopik ini nggak akan beres dalam sekali pengobatan, dia bisa kambuh lagi di lain waktu, makanya kita disaranin untuk melakukan pencegahan. Sebisa mungkin don’t get near anything that could be irritant to your skin. Rasanya agak frustrating ya kalau dia tiba-tiba muncul tanpa kita tau apa penyebabnya. Gimana mau mencegah kalau penyebabnya aja nggak ketahuan!

But again, waktu itu, instead of suggesting to me to stay away from particular foods, or else, dokter SpKK tadi malah berpesan satu kalimat, one and only one suggestion, “Kamu jangan stres makanya, ya!”. Ugh, I really wish I won’t stressed out, doc!

Selama kurang lebih 3 bulan pertama ini si AD udah hilang-muncul beberapa kali sih, dari yang awalnya parah banget gatal-gatal, kulitnya kering, perih, bintik-bintik, sampai berhasil reda karena obat dari dokter dan rombak total skincare harian. Dan dia bakalan muncul lagi dalam bentuk gatal-gatal di bagian tangan dekat pergelangan tangan bahkan kembali bintik-bintik, selain itu di bagian leher dan sekitar dahi juga masih sering kering gitu walaupun udah rajin pakai moisturizer setiap mau tidur.

Anehnya, rasa gatal-gatalnya (terutama di tangan) emang beneran muncul pas saya lagi stres. No kidding, kalau saya lagi kepikiran banyak hal atau tiba-tiba ada suatu masalah mendesak yang bikin panik, secara nggak sadar saya langsung garuk-garuk bagian tangan, dan emang kerasa gatal yang gengges banget. Ditambah lagi kalau cuaca lagi terlalu panas atau terlalu dingin, udah deh pasti kalah dan langsung kambuh lagi. It’s like a never ending loop, kalau stres bakalan kambuh AD-nya, dan kalau AD kambuh udah pasti makin stres karena kulit jadi nggak enak dilihat. Terus aja gitu. Belum lagi kalau cuaca sedang gerah banget, bakal keringetan dan bikin gatal, tapi sebaliknya kalau dingin banget kulitnya tetap bisa kering dan gatal juga. Jadi harus stay in between, kebayang kan repotnya kalau travelling ke daerah yang nggak terduga cuacanya?

So, sejauh ini saya masih berusaha mengenali pattern dari si Dermatitis Atopik ini biar tahu apa aja sih yang bisa bikin dia kambuh sebenarnya. Suspect utama yang udah terbukti berperan itu, stres dan cuaca. Sisanya, ya tinggal dipelajarin aja kapan dia kambuh, biar kita bisa segera mengatasi dan biar tahu gimana cara mencegahnya.

Nah, di next post saya bakal share nih skincare dan obat apa aja yang udah jadi penolong saya di saat AD mulai rewel, dan ada juga rekomendasi dari beberapa orang lainnya yang juga mengalami AD. Tunggu post selanjutnya ya!

One thought on “Saya dan Dermatitis Atopik”

  1. Mbak pengalaman gw setelah pernah kena dermatitis, itu emg kata dokter krn autoimun/alergi itu benar. Tapi sebenernya yg terjadi ketika kena dermatitis atau eksim adalah ada masalah di usus kita istilahnya “leaky gut”. Leaky gut ini adalah ketika permukaan usus kita terlalu banyak terkontaminasi zat yg berprotein tinggi atau gluten yg ada pada mie atau tepung terigu misalnya, jd usus ngga bisa mencerna dg baik makanan tsb sehingga usus kita menyerap zat yg ngga bisa tercerna itu dan terbawa masuk ke aliran darah krn tdk tersaring/tercerna dg baik. Nah zat yg terbawa ke aliran darah dikenali oleh tubuh sebagai zat asing atau zat alergen jd tubuh kita secara alami memproduksi histamin untuk mengeluarkan zat tsb. Jadi lentingan atau eksim atau dermatitis yg berair itu adalah zat histamin yg dikeluarkan tubuh yg gunanya mengeluarkan zat tadi. Dokter biasanya memberikan obat yg fungsinya sebagai antihistamin. Hanya untuk membohongi si histamin. Kalo tuh obat habis kambuh lagi eksim/dermatitisnya. Jadi masalah knp kita kekebalan tubuh kita terganggu atau autoimun istilahnya itu krn maslah di “perut” kita.
    Jadi solusinya perbaiki pola makanmu dg cara:
    1. Singkirkan makanan penyebab leaky gut.
    2. Bersihkan/detox usus kita.
    3. Obati dan beri nutrisi yg dibutuhkan oleh usus dan badan.
    4. Kurangi stress, misal dg bergaul dg teman atau liburan atau cari kesibukan yg menyenangkan.

    Yg pengen tanya” lebih jelas hubungi saya bisa lewat email wijayamch@gmail.com atau DM saya di IG @wijayamch
    Free guys kalo kalian mau tau pengalaman saya dg dermatitis/eksim. Insyaallah bakal sy share semua ilmu yg saya dpt dan kunci penyembuhan selama ini. Sy paham krn penyakit ini bikin ribet dan bisa kambuhan.
    Hanya ingin berbagi dan bermanfaat untuk ummat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *