Skin Care

Review Glowinc Potion Chroma+ untuk Kulit Cerah

Kalau kamu baru mau mencoba rajin pakai skincare tapi masih bingung untuk pilih-pilih produk, Glowinc Potion bakalan jadi starter kit yang perfect banget buat nemenin journey skincare-an kamu!

Glowinc Potion adalah brand lokal yang baru launching di bulan Agustus 2021 lalu. Brand ini merupakan sister brand dari Somethinc yang punya karakteristik khasnya sendiri. Kalau Somethinc lebih identik untuk para advanced skincare enthusiast karena produknya super banyak dan perlu dipelajari terlebih dahulu, Glowinc Potion justru muncul berlawanan arah nih.

Iya, brand Glowinc Potion hadir buat para skincare newbie yang butuh pilihan produk yang lebih simple. Kita tinggal pilih series berdasarkan tipe kulit ataupun concern utama aja, dan langsung bisa menggunakan rangkaian skincare basic dari satu rangkaian tersebut. Kalau masih bingung, tinggal cobain Skin Test aja di website Glowinc Potion untuk tau kebutuhan kulit kamu. Skincare Glowinc Potion juga lebih diverse karena ditargetkan untuk usia mulai dari 11 tahun, dan bisa digunakan untuk para cowok juga. Bahkan packaging produknya aja gender-neutral banget, bukan tipe-tipe skincare dengan packaging cute dan aesthetic, tapi justru menurut saya ini tipe packaging yang timeless dan modern!

Dari enam pilihan series, saya menggunakan rangkaian skincare Chroma+ untuk fokus utama mencerahkan kulit. Yes, ini penting banget untuk kita penduduk negara tropis yang kulitnya gampang kusam, setuju nggak? Denger-denger, series Chroma+ ini juga jadi satu-satunya yang sold out dimana-mana. Saya sendiri nggak heran sih, karena emang skincare dengan fungsi brightening selalu jadi yang dicari-cari orang, dan…..Chroma+ ini cukup menjanjikan untuk fungsi tersebut. Yuk bahas!

Packaging

Seperti yang udah saya mention sebelumnya, desain kemasan Glowinc Potion modern, simple dan minim banyak embel-embel nggak penting. Semua series punya packaging yang seragam, hanya ada warna-warni khas tiap series yang membedakan. Dari segi functioniality, saya apresiasi tampilan produk yang dibuat super to the point, masing-masing rangkaian dikasih nomor untuk menandakan dan jadi petunjuk step by step penggunaan produknya, jadi memudahkan banget untuk yang baru belajar basic skincare.

Ukuran masing-masing produk juga pas banget, nggak terlalu banyak dan nggak terlalu sedikit. Cleanser 80 ml, Toner 100 ml, Serum 20 ml, Moisturizer 25 ml.  Ngomongin packaging masing-masing produk, saya tadinya berharap produk toner akan punya tutup jenis fliptop karena lebih praktis digunakan. Tapi rasa kecewanya udah terbayar kok, karena produk moisturizer-nya udah lebih extra karena pakai tipe packaging yang di pump, jadi jauh lebih higienis.

Dari pengamatan saya, I can’t help but notice dari segi kemasan Glowinc Potion kelihatan memilih packaging yang lebih hemat budget, contohnya serum mereka nggak pakai jenis botol kaca tapi plastik, tapi justru ini jadi poin positif karena mereka berhasil dapat kemasan yang nggak harus mahal demi bikin harga jual produknya jadi super super affordable, dan tetap kelihatan in style juga kok. Soal packaging, yang penting tetap functional dan melindungi isi produknya dengan baik.

Ingredients

Untuk kandungan Chroma+ saya nggak akan sebutin semua full ingredients dari masing-masing produk, kamu bisa nemu infonya dengan mudah di website Glowinc Potion ataupun Beautyhaulindo kok kalau penasaran. Tapi, keempat rangkaian produk semuanya memiliki key ingredients yang sama yaitu : Chromabright, G2Light, Vitamin C, Glutathione, Aloe Water, Ceramide & Niacinamide

Manfaat dan Fungsi Chroma+

Kalau ngintip dari key ingredients, kamu bisa lihat betapa banyaknya kandungan brightening ingredients yang ada dalam seri Chroma+ ini kan? Jadi nggak heran sih kalau kulit kusam, hiperpigmentasi sampai dark spots minggat semua kalau pakai Chroma+ ini.

Kandungan Chromabright sendiri dikenal sebagai brightening ingredient yang powerful, karena kerjanya hampir sama seperti hydroquinone tapi jauh lebih aman untuk kulit, dan lebih powerful dibanding Arbutin atau Kojic Acid dalam mencerahkan. Selain itu masih ada lagi ingredient lainnya, termasuk ingredient andalan saya untuk mencerahkan yaitu Niacinamide.

Kandungan actives di series ini jadi nggak terlalu “menakutkan” karena dibarengi kandungan seperti Aloe Water, Ceramide dan Niacinamide yang berperan memperkuat skin barrier dan mencegah potensi iritasi. Selain itu poin positif juga karena produk-produknya udah fungal-acne friendly, teen friendly dan cruelty-free alias nggak diujicobakan ke hewan.

Wangi dan Tekstur Produk

Semua produk dalam rangkaian Chroma+ sepertinya nggak mengandung parfum jadi memang nggak ada wewangian tambahan. Di produk cleanser dan moisturizer, nggak ada wangi apapun yang tercium. Sementara di produk toner dan serum ada sedikit bau seperti belerang tapi lama kelamaan seiring pemakaian rutin, baunya menghilang kok, mungkin karena hidungnya udah familiar juga hehe. Overall nggak mengganggu, dan produk yang unscented gini justru lebih bersahabat untuk kulit sensitif.

Tekstur produk keempatnya sangat ringan, nggak heran Glowinc Potion bikin challenge 1 minute skincare routine karena emang semua produknya gampang menyerap, dan bikin rutinitas skincare jauh lebih ringkas. Curhat sedikit, saya cukup kaget pas buka tube produk cleanser, karena tekstur produknya sangat runny jadi nggak perlu di-squeeze tube-nya, produknya udah turun sendiri. Untungnya packagingnya sangat solid jadi produknya nggak gampang beleber keluar gitu, tapi saat penggunaan emang harus hati-hati karena bisa nggak sengaja keluarin banyak produk. Feels teksturnya mirip cleanser dari brand luar yang terkenal bagus untuk sensitive skin, pasti kamu familiar deh. Untuk produk toner, konsistensinya cair nyaris seperti air, khas hydrating toner. Serumnya juga teksturnya super lightweight dan runny. Untuk moisturizer juga ringan banget.

Cara Saya Menggunakan Rangkaian Chroma+

Keempat produk Glowinc Potion Chroma+ saya gunakan setiap hari selama 2 minggu terakhir. Seluruhnya digunakan di pagi dan malam hari. Sebetulnya penggunaan 4 produk ini aja udah cukup banget kok sebagai basic skincare sehari-hari, tinggal menambahkan sunscreen aja biar lengkap. Nah, untuk saya pribadi, karena di 3 hari pertama saya merasa rangkaian Chroma+ nggak menimbulkan efek samping apapun, jadi saya mulai menggabungkan dengan beberapa produk lainnya seperti exfoliating toner, hydrating serum dan terkadang acne spot treatment. Turns out, rangkaian Chroma+ relatif aman dipadupadan dengan beberapa active ingredients di skincare lainnya.

Produk pertama yaitu cleanser Glowinc Potion Chroma+ jadi salah satu favorit saya dari keempat rangkaian. Saya sempat mention kalau feels produk ini mirip salah satu produk cleanser asal luar yang paling terkenal cocok untuk kulit sensitif. Unscented, konsistensinya cenderung cair dan hampir nggak ada busanya. Sebagai pemilik kulit eksim, dulu saya pernah menggunakan cleanser dari brand luar ini tapi ternyata kurang suka karena kerasa kurang bersih terutama karena nggak ada kandungan busa sama sekali. Walaupun cleanser Glowinc Potion punya tampilan yang mirip banget, tapi ternyata saya malah suka banget karena masih ada busa yang dihasilkan dan after effect-nya pun kulit kerasa bersih maksimal tanpa feels kulit ketarik.

Produk toner di series Chroma+ sepertinya termasuk ke jenis hydrating toner karena saya nggak menemukan penjelasan fungsinya sebagai eksfoliator ataupun ingredient list yang menyebutkan exfoliating ingredient, cmiiw ya. Konsistensi tonernya cair seperti air, ada sedikit terasa licin dan warnanya ada hint warna merah jadi bukan putih transparan. Biasanya saya gunakan 2-3 layer toner ini, baru terasa cukup menghidrasi kulit.

Serum Glowinc Potion Chroma+ punya tekstur yang cair banget dan berwarna kemerahan seperti produk tonernya. Di awal pemakaian kadang ada sensasi tingling yang sangat subtle, minim banget dan sepertinya cuma muncul kalau kulit saya sedang sensitized aja. Walaupun packed with so many powerful brightening ingredients, efek sampingnya masih tergolong minim banget kok. Buat kamu yang punya kulit sensitif, sepertinya ini cukup aman digunakan asalkan sudah patch test terlebih dahulu ya.

Lanjut ke produk terakhir yaitu moisturizer, saya jadi hobi pakai moisturizer karena packaging produk ini yang dibuat sangat praktis dan anti ribet. Saya termasuk yang paling males nyolek-nyolek skincare dari jar karena selain kurang higienis, tangan jadi berasa jauh lebih belepotan nggak penting aja. Oh iya, saya cukup yakin moisturizer Chroma+ ini kerjanya nggak cuma mengunci kelembapan di kulit, tapi kandungan brightening-nya cukup potent karena justru di saya moisturizer ini kerasa lebih tingling dibandingkan produk serumnya. Menurut saya secara tekstur, dia ini tipe moisturizer yang nyaman untuk digunakan para pemilik kulit berminyak, entah itu untuk AM routine maupun PM routine. Teksturnya cukup ringan, but it does the job locking the moisture in.

Hasil Penggunaan Glowinc Potion Chroma+

Di antara keempat produk saya suka banget sama cleanser dan moisturizer Glowinc Potion Chroma+. Tapi selain dua produk itu, tujuan utama rangkaian Chroma+ yaitu merawat kulit kusam dan berminyak jadi lebih cerah menurut saya cukup maksimal terutama karena penggunaan satu rangkaian ini nggak menggunakan kandungan actives yang terlalu ambisius dan harsh di kulit.

 Dalam jarak 3 minggu wajah saya terlihat lebih cerah dan nggak terlalu berminyak di siang hari ataupun saat baru bangun tidur. Kalau mau hasil yang lebih maksimal tentunya kamu harus pilih-pilih lagi skincare yang kandungannya lebih targeted, mungkin dengan kandungan actives yang lebih powerful. Tapi untuk pemula tentunya jadi harus lebih hati-hati karena menggunakan terlalu banyak campuran actives bisa memicu kulit iritasi dan efek samping yang nggak diinginkan.

Nah kalau kamu lagi mau cari skincare brightening tapi masih belum terlalu paham cara mix and match skincare dengan active ingredient, Glowinc Potion Chroma+ ini bisa jadi pilihan yang menurut saya paling efektif dan efisien. Kamu jadi nggak perlu pusing nyari kombinasi produk yang aman digunakan bersamaan karena toh udah tersedia satu rangkaian lengkap yang pastinya punya kinerja yang saling mendukung satu sama lain. Penggunaan keempat produk secara bersamaan juga  sudah dipastikan aman, termasuk untuk sensitive skin.

Final Verdict

Saya amazed banget sih karena Glowinc Potion hadir untuk memenuhi kebutuhan banyak orang yang baru nyemplung belajar skincare. Journey dari saat mau membeli produk sampai penggunaan tuh sangat sangat beginner-friendly. Membantu banyak terutama untuk mereka yang minim waktu untuk riset dan mencari produk skincare yang sesuai tipe dan kebutuhan kulit.

Dengan rangkaian basic skincare yang harganya relatif affordable (saat baru launch saya membeli keempat produk seharga Rp 200.000 lebih dikit), jangkauan brand ini juga bisa lebih luas. Buat kamu yang ragu-ragu harus mulai ngumpulin beli skincare dari mana, saya cuma mau ngasih tau kalau skincare Glowinc Potion ini salah satu yang paling affordable yang pernah dibuat brand lokal, tapi dengan hasil yang nggak kalah sama skincare yang harganya lebih tinggi. Kalau yang menang harga murah aja sih banyak, tapi hasil dan keamanan penggunaannya belum tentu bisa dijamin. Sementara kalau Glowinc Potion walaupun murah tapi brand ini merupakan sister brand Somethinc yang selama beberapa tahun terakhir terbukti menghadirkan produk-produk yang nggak asal-asalan. So it’s pretty promising, and I can guarantee you kualitas produknya akan 11-12 sama Somethinc.

So … yup! Glowinc Potion is truly a breath of fresh air in local skincare game, belum lagi dengan campaign dan konsep mereka yang merangkul segala usia, gender, even jadi brand yang pertama kali menyediakan deskripsi produk dalam huruf braille di kemasan produknya. Cinta banget sama brand yang thoughtful gini. Nah, kamu paling penasaran sama rangkaian Glowinc Potion yang mana nih? Semoga reviewnya membantu ya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *